
Jakarta, postangerang.com
Terdakwa kasus kekerasan seksual Kiai Muhammad Fahim Mawardi, dihukum 10 tahun penjarah.
Kini Kiyai M. Fahmi Mawardi di tahan sesuai kesalahannya yang di perbuatnya.
Kiyai Muhamad Fahmi cuma 10 tahun penjara oleh hakim ketua, berjinah dengan muridnya dan kekerasan.
Kiyai M. Fahmi di tahan di rutan Jember kelas IA.
Ia trebukti melakukan kesalahan dan meniaya dan kekerasan terhadap perempuan.
Ia tak terlihat sedih dan tidak ada pengakuan minta maaf pada korban yang ia niaya.
“Tok, tok, tok saudara terdakwa telah terbukti melakukan penganiaya terhadap pasangannya”, katanya Hakin ketua.
Menurut Hakim, bahwa ia bersiap memasuki mobil tahanan usai menjalani sidang tuntutan secara tertutup di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, Senin (17/7/2023).
Jaksa penuntut umum menuntut pengasuh pondok pesantren Al Djaliel, 2 tersangka tersebut telah terbukti melakukan melawan hukum.
Ia Kata Al Dialiel, sebenarnya ia di hukum 15 tahun, namun hakim memutuskan dengan 10 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider kurungan enam bulan dalam kasus kekerasan seksual terhadap santriwati.
“Hukum untuk Kiyai M. Fahmi sudah sewajarnya, hal ini hukuman ringan”, katanya Diliel JPU.
Warga minta pada hakim seharusnya di atas 15 tahun hukumannya.
Tetapi pihak Hakim ketua memutuskan 10 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta.
“Kami juga sempat sewot, kok rendah amat seorang Kiyai melakukan penjinahan terhadap muridnya”, kata Andini (45) saat pengjung.
Dono / henry / postang
Related Posts

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Jambore Kader Kesehatan yang diikuti oleh 350 kader kesehatan se-Kabupaten Tangerang, di selenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Kitri Bakti.

Suryadi bersama kuasa hukumnya, melihat barang yang di klaim oleh polisi milik terdakwa.

Wabup Intan juga mengingatkan para pegawai dan masyarakat yang ingin merayakan liburan Natal.

Penerapan Bahan dan Bangunan Proyek Hutan Kota Tak sesuai Bistek.

PENYALURAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG.

No Responses