
Kabupaten Tangerang, postangerang.com.
Aktivis Kosambi, Asep Juanda menyatakan kekesalannya terhadap kinerja perbaikan Jembatan Kalibaru yang dinilai kurang efektif yang saat ini sedang dilakukan perbaikannya oleh PUPR Provinsi Banten.
Menurutnya Perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat parsial atau hanya pada beberapa titik kerusakan saja, bukan perbaikan secara menyeluruh.
Hal ini membuat aktivis khawatir jembatan akan cepat rusak kembali, mengingat beban lalu lintas yang sangat padat dan usia jembatan yang terbilang sudah cukup tua.
Selain itu, Dampak Kemacetan yang setiap harinya di rasakan oleh pengguna jalan diantaranya masyarakat sekitar dan para buruh karyawan yang hendak berangkat kerja.
“Proses perbaikan yang berjalan lambat justru memperparah kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut, yang berdampak langsung pada mobilitas warga, pekerja, dan aktivitas ekonomi.”kata Asep Juanda kepada media
Asep menilai, Selain efektivitas, terdapat juga catatan terkait penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek yang dinilai belum maksimal, yang turut mempengaruhi persepsi publik terhadap kualitas pembangunan.
“Seharusnya, Hal ini ditanggapi serius oleh Pemprov Banten yang mendapatkan pajak terbesar dari pemkab Tangerang.
Dari banyaknya pembangunan kawasan pergudangan dan lainnya yang berada di wilayah kabupaten Tangerang.”tegasnya
Lebih jauh Asep Juanda mengatakan, Seharusnya mobil yang bertonase besar atau mobil besar pengangkut barang ke kawasan pergudangan jangan melewati jalan tersebut.
Selain untuk mengurangi dampak kemacetan juga agar tidak mengganggu pekerjaan yang sedang berjalan.
” Jika mobil besar bermuatan barang tetap lewat, bisa mempengaruhi kualitas dari pekerjaan yang dilakukan saat ini. Walau akan ada pembuatan jembatan baru nantinya yang berada di sebelah jembatan saat ini.”paparnya.
(Redaksi)
Related Posts

Jembatan Kali Baru, Pakuhaji, Kab Tangerang Banten, yang rusak parah tak kunjung diperbaiki.

Diduga, Pembangunan wall climbing boulder dan peningkatan fasilitas lapangan futsal community center pamulang pada tahun anggaran 2025 lalu.

Pendapatan ini antara lain berasal dari jasa giro kas daerah serta denda pajak daerah.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya kepada SMK Gyokai Indonesia.

Melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

No Responses