
Panongan- postangerang.com
Kejadian tewasnya remaja Maulana (19 thn) warga Peusar Panongan akibat kebrutalan Gengster Minggu (22/01) dini hari menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak dari mulai tokoh masyarakat (tokmas) sampai pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) H. Ujat Sudrajat saat Selasa pagi (24/01) mendapat laporan tentang kondisi keluarga korban Maulana yaitu Ibu Nurhayati (42 thn) yang memprihatinkan langsung responsif cepat siangnya mengirimkan bantuan sembako langsung ke rumah korban di Kp. Peusar RT. 03/01 Desa Peusar Kecamatan Panongan.
“Siap, kita akan segera kirim bantuan sembako untuk keluarga korban barangkali bisa sedikit meringankan kesedihan mendalam. Semoga bermanfaat,” ucap H. Ujat Sudrajat saat dihubungi.
Benar saja tak berselang lama sejumlah petugas BPBD dengan pakaian khasnya warna biru dongker sudah datang dengan membawa mobil berisi bahan makanan sembako cukup banyak terdiri dari beras, susu, minyak goreng, terigu, termasuk air mineral dan diterima langsung ibunya korban Nurhayati disaksikan staf Desa Peusar.
“Alhamdulillah terima kasih atas bantuannya ya pa Kepala BPBD bahan makanan ini sangat membantu terutama untuk malam tahlilan yang sekarang malam ke-3 nya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan dengan pahala berlipat ganda,” ujar Nurhayati usai menerima simbolis bantuan tersebut.
( trisno red / post)
Related Posts

Melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

MENJARAH RUMAH SRIMULYANI MENGAMBIL BAJU OLAH RAGA PEREMPUAN MENJARAH RUMAH SRI MULYANI DAPAT SEPEDA ONTEL.

Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah.

Kerugian warga belum bisa di taksir, hujan terus berjalan.

No Responses