
Tangerang, postangerang.com
Pengumpulan pajak dari delapan kota/kab se-banten hampr terendah pajak PBB pad tahun 2022 ini.
Target yang belum tercapai, ini menjadi tolak ukur kota/kab di Banten.
Walikota Tangerang terpaksa melakukan reklasa dan tegang waktu, di berikan pada wajib pajak.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan program relaksasi pajak yang diluncurkan Badan Pendapatan Daerah merupakan upaya penanggulangan inflasi daerah karena memiliki pengaruh yang besar.
“Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, angka inflasi Kota Tangerang berada pada angka 4,56 persen dimana angka ini menunjukkan Kota Tangerang terendah se Provinsi Banten,” kata Wali Kota Arief di Tangerang Selasa.dikutip antara.com
Dijelaskannya Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang telah meluncurkan program Relaksasi Pajak sebesar 70 persen untuk PBB-P2 dan 25 persen untuk BPHTB yang sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat mulai dari tanggal 16 Januari hingga 31 Maret 2023.
“Keringanan pajak ini berdampak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak daerah yang juga mendorong peningkatan ekonomi daerah,” ujar Wali Kota Arief.
Wali Kota juga menambahkan Kota Tangerang juga mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 0,13 persen.
“Hasil ini harus disambut baik karena dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggenjot pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang,” ujarnya.
Desi / har / deni / post
Related Posts

Masyarakat Dadap, Kecamatan Kosambi, Kab Tangerang juga mengucapkan terima kasih atas iniatip pihak PDAM TKR pada warga yang membutuhkan air bersih.

Musrenbang Kecamatan Kosambi dan BAPPEDA Kabupaten Tangerang, Fokus Sampah dan Banjir.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

Pihak warga Sepatan minta camat Sepatan, mobil Truk yang muatan Pasir agar di amankan.

Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah.

No Responses