
Tangerang, postangerang.com
Lambatnya kasus pemukulan terhadap adek dan abang di pukul tergeletak olwh adeknya sendiri, kini belum juga ada hasilnya, senin (30/10)
Pemukulan itu didasarkan madalah sepele, masalah pembagian harta gono-gini sang adek dan kakak.
Timbulnta keributannya saat kedua orang tua meninggal dunia, dan terjadi pembagian harta tak merata.
Menurut tatanan hukum turun menurun pemvagian harta paling bayak antara 40 dan 60 % karena kakak adalah yang paling tua dari adeknya.
Karena adeknya seorang aparat Brin ASN, ia mengaggap kakak tidak sepentar adiknya sekolahnya S2 Hukum.
“Kemungkinan polisi adek seorang apat negara, maka kasus berjalan di tempat”, katanya Dr.Bernard BBBI.Siagian SH.Akp.Wakil.Ketua Umum DPP.RI LSM GAKORPAN LBH PERS .FRN PRESISI POLRI POS BANTEN
Mendengarnya, kasus sudah hampir 6 bulan beralan belum P21, sempat munafik kasus ini.
Kasus ini di daerah hukum Polres Tangerang Srlatan, Polda Metro Jaya, lamban tidak profesional.
” Miris Kasus Penganiyaan Adek terhadap abang Kandungnya Pelaku Tidak di tahan.Ada apa Gerangan ??”, katanya.
Sumber : LSM Gakorpan
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

Pengawasan dan penindakan dilakukan oleh aparat penegak hukum bersama perangkat daerah terkait melalui koordinasi terpadu unsur Forkopimda.

Pihak perumahan kurang perhatikan tentang dranase, ini pihak pemkab Tangerang harus berikan teguran..

Kapolres Metro Tangerang Kota juga menghimbau dalam perjalanan para pengguna jalan juga hati-hati.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya kepada SMK Gyokai Indonesia.

Melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

No Responses