google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pihak Polisi di tertangkap kakak dan adiknya, sama-sama pengiriman barang haram itu.

Tangerang, postangerang.com.

Sindikat narkotika antar pulau disidangkan, ke 5 terdakwa munawir dan muslih kakak beradik membawa sabu-sabu dari Aceh menujuh Jakarta, didangkan di Kota Tangerang, Banten, belum lama ini.

Pihak Polisi di tertangkap kakak dan adiknya, sama-sama pengiriman barang haram itu.

Pihak Polisi akan tangkap Jamaludin yang sempat kabur dari target penerima barang dari Kalimatan.

Jaringan Narkotika jenis sabu-sabu di tangkap oleh Polda Metro jaya dengan jajaran Bereskrim Narkotika.

Kini kedua kakak dan Adiknya kini menjadi tahanan Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

Narkoba ini juga termasuk kejahatan, perlu di berantas.

“Kami akan tangkap beberapa orang lain, yang termasuk penjual besar dan bos yang selama ini memberikan pasokan terhadap terdakwa”, ujarnya Polisi.

Kabarnya Narkotika kristal di beli dari Ikbal DPO Jamaludin mengenalkan Muslih ke ikbal sebagai pemilik barang sabu-sabu 1 kilo seharga 290 juta.

Muslih memghunungi Afrizal di balik papan barang sudah ada, minta uang dp 100 juta.

Afrizal minta duit. Ke Edy sanjayana 100 juta, tetapi hanya memberi 50 juta, setelah barang sampai jakarta munawir dan muslih di tangkap buser narkoba.

Keterangan Munawir dalam peraidangan awalnya disuruh bawa sepatu kerumahnya muslih ke aceh, Kejadian juli 2025.

Brangkat bawa sabu sabu di aembunyikan dalam sepatu, yang naruh sabu di dalam sepatu muslih, ketika dalam oerjalanan di telpon.

Muslih dalam sepatu ada barangnya, Munawir sudah paham kalau barang itu sabu sabu.

Brangkat dari Aceh ber dua naik pesawat citiling, sampai Bandara sutta tertanhkap. Muslih di telpon, DPO minta barang.

Muslih telpon Rizal menanyakan ada barang g”, rizal ada barang lalu Muslih telpon Jamaludin.

Barang di antar orang naik motor ke jamaludin. Mw urut muih jamaludin tau kalau itu sabu sabu seberat 1 kilo.

Setelah barang sampai. Muslih telpon Rizal, lalu di kirim no rekening pemilik barang. Di kirim uang oertama 50 juta yang 50 juta di kirom malam harinya. Ketika mau antar barang ke pulau jawa Muslih menaruh sabu sabu di sepatu adeknya munawer.

Munawie dan muslih kakak beradik naik travel menuju bandara naik pesawat jam 20 malam menuju medan kualanamu lalu telpon Rizal, dikirim tiket ke Jakarta.

“Keluar dari exstray langsung di tangkap, kerika di introgasi mengaku kalau sabu sabu ada di aepatu yang di pakai”, ujarnya

Keterangan jamaludin, ketika masih di aceh muslih menanyakan barang tetapi jawaban dari jamaludin itu urusanmu karna tidak mau terlibat.

Kurir sabu sabu ikbal mengantar barang ke muslih, Jamaludin yang mengambil dari sepeda motor muslih, setelah barang di tes ke aslianya ke orang yang mengetes ternyata asli.

Jamaludin pesan tiket pesawat untuk Unawir dan muslih, sudah di siapkan.

Afrizal pesan barang ke muslih tapi muslih minta dp 100 juta seberat 1 kilo sabu sabu. Afrizal minta duit ke Edy 100 Juta posisi di Kalimantan.

Afrizal di telpon muslih sama munawir dari hotel, posisi sudah di amankan polisi di Jakarta.

Uang sudah di transfer 100 Juta, uang Edy 50 juta Uang Afrizal 50 juta sudah di trasfer ke muslih.

Edy, Afrizal datang ke rumahnya mau pinjam uang 100 juta, Edy hanya menyanggupi 50 juta, Edy menggadaikn emas istrinya dapat uang 49 juta.

Edy meminjamin uang ke Afrizal tau kalau uang terawbut buat bayar sabu sabu.

“Munawir di janjikan kalau sabu sabu sudah laku akan dapat 25 juta, biasanya kalau barang sudah ternual paling lama 3 hari sudah di kasih”, ujar munawir polos.

Muslih setelah dapat sabu sabu dari ikbal di sembunyikan di blakang rumah.

Afrizal pakai uang ke Edy tidak pinjam karna akan di kasih barang (sabu sabu) barang kalau sudah sampai kalimantan sabu sabu akan di berikan ke Edy.

(play / iis)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses