
Tangerang, Postangerang.com.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Tangerang, Banten, terus menggelar program keringanan pajak, seperti Oktober Raya dan November Raya, menghapus sanksi densa administratsi hingga 2024 untuk mendorong wajib pajak membayar pajak, selasa (06/01).
Serta pengembangan sistem pengawasan pajak Siwasjada 2.0 untuk meningkatkan transparansi, efesiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak daei persi lama ke Persi modern.
Menurut kepala badan Bapenda Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto,.M.Si mengatakan,”Target tahun 2025 tercapai.
Target murni tahun 2025 sebesar Rp.3,764 Trilyun, didalam perjalanan kita diminta menaikan target di perubahan anggaran sebesar Rp.360 milliar jadi keseluruhan target tahun 2025 sebesar Rp.4,123 Trilyun.
Alhamdulillah sampai dengan akhir tanggal 29 Desember 2025, bahwa kita over target sampai dengan 103,35 % atau over target sebesar Rp.138,744 milliar,” ungkap Kaban.
Jadi dari semua items jenis pajak realisasi melampaui target dari yang di targetkan tahun 2025. Alhamdulillah dari temen-temen semua di Bapenda akhir tahu, melampaui target yang sudah ditentukan.
Target tahun 2025 sebesar Rp 4,3 Trilyun melebihi target dari tahun 2024 lalu. Doakan saja Bapenda tahun 2026 ini semua aspek berjalan, ada pertumbuhan ekonomi dan situasi politik juga kondusif.
Sehingga target yang diberikan pimpinan kepada Balen tercapai sesuai harapan kita semua,” harap Dr, H.Slamet Budhi Mulyanto M,Si. hari Jumat (2/01/2026)
Target di murni Bapenda Rp.4,3 Trilyun untuk pajaknya saja, realisasi di tahun 2025 ini ada diposisi Rp.4,261 Trilyun jadi kita sudah dua tahun berturut turut penetapan target itu diatas realisasi pencapaian, mencapai 103,35 % atau over target sebesar Rp 138,744 miliar.
Tahun 2026 ini targetnya di atas realisasi tahun 2025. Semua item pajak mengalami kenaikan semua, pajak Hotel kkita Tergetnya Rp.56 miliar realisasinya sebesar Rp.60 miliar.
Pajak restaurant Tergetnya Rp.593 miliar realisasinya Rp. 615 miliar, hiburan tergat Rp.64 miliar realisasinya Rp.71 miliar, pajak penerangan jalan terget Rp. 448 miliar realisasinya Rp.462 miliar pajak Parkir target Rp. 43 Miliar Realisasi Rp.46 miliar, jadi semuanya mengalami kenaikan.
Proyeksi target triwulan pertama tahun 2026, biasanya di awal 15 hingga 20 persen, karena baru akhir tahun, ada yang baru seley membayar pajak.
Kemudian untuk PBB di awal tahun Bapenda baru cetak massal, target tidak terlalu besar biasay 15 persen target yng harus dicapay di triwulan pertama.
Sampai saat ini pajak primadona dari BPHTB, penerimaan terbesar yang diterima menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Kita tidak bisa memprediksi karena BPHTB memang ketika terjadi transaksi jual beli, maka terjadi penerimaan manjadi Pajak Asli Daerah (PAD).
Pembebasan BPHTB untuk masyarakat berpenghasilan Rendah sesuai peraturan Bupati Tangerang no.38 Tahun 2024 , kita kehilangan potensi Sebesar Rp. 80 miliar pertahun.
Namun kit terus berupaya bagaimana kita melakukan penggalian potensi baik inten maupun extern untuk kebutuhan pembiayaan mendukung pembangunan dikabupaten Tangerang.
Kabupaten Tangerang pembagian daerah dengan fiskal 2, secara otomatis kita berupaya meningkatkan bagaimana cara optimalisasi peningkatan penerimaan PAD.
Secara maksimal dan optimal sehingga mendukung program prioritas pemerintah daerah.
Makanya Bapenda diminta bagaimana bisa ko membuat inovasi dan kemudahan pelayanan bagi wajib pajak.
Banyak program dan nanti kita lihat pertumbuhan seperti apa ditahun 2026 ini
Seperti apa, dan nanti juga akan ada relaksasi pajak juga yang uangnya nanti beredar di masyarakat sendiri, dan kita ada berbagai macam program,
Kita akan memberikan Reward nantinya seperti apa, dan banyak program program kedepan yang akan dilakukan.
Alhamdulillah masyarakat kabupaten Tangerang meningkat kesadaran untuk melakukan kewajiban membayar pajak, dibuktikan dengan adanya dengan pertumbuhan penerima pajak daerah.
Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat kabupaten Tangerang sudah sadar membayar pajak.
(Asep)
Related Posts

Polisi Tangkap Pengedar Obat Keras Ilegal di Sepatan Timur.

Kerugian warga belum bisa di taksir, hujan terus berjalan.

Ahmad pengacara Roy Dkk, tak acan merah ia tetap pada prinsip.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid saat memberikan keterangan kepada wartawan Maesyal berharap program sambungan air bersih gratis.

Lurah Pakuhaji UCi SANUSI : Sehingga alur lalulintas kembali lancar.

No Responses