
Tangerang, postangerang.com
Setiap hari Jam pulang Kerja macet terus, bahkan aparat terkait tidak di tempatkan dalam pertigaan dan perapatan sepanjang Jalan Raya Sukamulya-Balaraja, macet.
Pihak Aparat saat sore hari tidak ada di jalan, bahkan yang ada preman yang minta uang di jalan.
Jalan Raya Sukamulya – Balaraja di Kampung Tobat, Kec. Balaraja Kab. Tangerang, Banten Macet setiap hari, bahkan dari Jam 16.00 Wib – 19.00 Wib, setiap pertigaan, jumat (3/3).
Kemacetan yang terjadi di wilayah perapatan Sukumulyah, Pertigaan Pintu Merak, Tobat, dan di Depan Kantor Kecamatan Balaraja setiap harinya.
Aparat terkait belum bisa memberikan solusi untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya, sepanjang Jalan Sukamulya-Balaraja.
Keinginan para pengendara bermotor roda 2 dan 4, sering mengeluh, bahkan setiap titik macet tidak ada aparat terkait menjaganya.
“Kami minta pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Daerah Tangerang, harus memberikan solusinya macet setiap hari”, kata Dr. Jajang Hermawan, S.IP, M.Si dari Dosen di Banten
Menurut Jajang, seharusnya ada pengaturan lalu-lintas angkutan jalan raya (Lalin) setiap jam pulang kerja harus ada kerjasama dengan aparat terkait.
“Kami juga berberharap pada preman uang recehan saat pulang jam kerja, tak perlu memungut uang dari supir dan para pengendara bermotor roda empat”, katanya Damsit, SH. Aktivis
Kata ia, sering melihat para pakir mengunakan dan ambil uang Rp 500-Rp 1000, yang mengasih baru di kasih jalan.
Jika tidak di kasih uang 500-1000 tak iraukan, bahkan yang mengasih uang di dahulukan, pada hal yang sudah antri dari belakang, ingin juga keluar dari macet, ironisnya tidak dikasi uang ia tak kasih jalan.
Heru / Deni /posta
Related Posts

Pelayanan Tetap Optimal Selama Ramadan, PERUMDAM TKR Pastikan Distribusi Air Aman dan Lancar.

Kapolres Metro Tangerang Kota juga menghimbau dalam perjalanan para pengguna jalan juga hati-hati.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan santunan anak yatim dan piatu yang diselenggarakan oleh Jaringan Media Siber Indonesia.

Melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

No Responses