
Jambe-postangerang.com
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2024 Kecamatan Jambe yang digelar kemarin Selasa (14/02/ menyisakan kekecewaan.
Pasalnya cuma dihadiri 2 orang anggota DPRD Dapil 1 padahal jumlah seluruhnya dewan Dapil 1 ada 9 orang.
Diketahui 2 anggota Dewan wilayab Dapil 1 (Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Solear. Balaraja, Jayanti) yang hadir di Musrenbang tersebut Yudha Wisnu (PKS).
Yaya Amsori (Demokrat), dan yang tidak hadir 7 orang itu diantaranya H. Astahyudin (Gerindra), Wahyu Nugraha (Golkar), Tasrifin (PAN), Suryani (PDIP), Lulu (Nasdem), Nazil Fikri (PPP), dan Ustur (PKB).
Kekecewaan warga Jambe atas minimnya dewan yang hadir diforum Musrenbang tersebut salah satunya diungkapkan M Yusuf Sekretaris MUI Kecamatan Jambe.
Ia sangat menyayangkan mengingat warga ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada wakilnya di legislatif.
Guna percepatan pembangunan di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor itu.
“Warga kecewa banyak anggota dewan dapil 1 yang tidak hadir, padahal mereka sudah difasilitasi negara.
Untuk hadir memberikan ruang menyerap seluruh Aspirasi masyarakat demi mempercepat pembangunan,” kata M Yusuf seraya menyampaikan usulan prioritasnya itu Pengadaan Lahan SMPN Jambe yang sejak lama belum terealisasi itu.
Hal senada juga diungkapkan Hendar Syah Sekretaris PK KNPI Kecamatan Jambe, dirinya mengaku kecewa sedikitnya anggota dewan yang hadir di Musrenbang Kecamatan Jambe.
Padahal banyak harapan usulan pemuda yang ingin disampaikan langsung kepada wakilnya di parlemen.
“Semoga walau minim dewan yang hadir usulan kami dapat terealisasi di 2024, yaitu peningkatan SDM dan ekonomi.
Masyarakat seperti pelatihan pelatihan dan ruang-ruang serta fasilitas wirausaha pemuda ekonomi lokal,” ujar Hendar Syah yang akrab disapa Agil itu serius.
( tris red/post )
Related Posts

Estafet Kepemimpinan: Ayub Nakhodai HMNI Kabupaten Tangerang.

Kurang kontrolnya pihak PLN sepatan, kabel yang semberaut belum ada tindakan.

Saatnya Profesional Muslim Indonesia Berkarier di Kancah Internasional.

Jalan kampung Kresek penuh rumput, bahu jalan ditutupi rumput tebal.

Kementerian LH bersama BNPB juga tengah mengkaji peluang penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.

No Responses