
Tangerang, postangerang.com.
Kesabaran warga kini berada di ujung batas, gara-gara natonase, melebih kapasitas, Selasa (13/04).
Jembatan Kali Baru, Pakuhaji, Kab Tangerang Banten, yang rusak parah tak kunjung diperbaiki.
Sementara kemacetan total terjadi setiap hari tanpa solusi nyata dari pemerintah.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
Para pekerja terlambat, pelaku usaha merugi, dan pengguna jalan dibuat frustasi menghadapi antrean panjang yang seolah tak ada ujungnya.
Hasanudin, salah satu pengguna jalan, dengan tegas menyuarakan kekecewaannya kepada media.
“Setiap hari macet total! Ini bukan lagi sekadar gangguan, tapi sudah menyiksa masyarakat.
Pemerintah harus segera bertindak, jangan hanya diam!” tegasnya.
Warga menilai pemerintah daerah terkesan lamban dan tidak serius menangani persoalan ini.
Jembatan yang jebol seharusnya menjadi prioritas utama, bukan dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian.
Sorotan tajam kini mengarah kepada Bupati Tangerang dan Gubernur Banten.
Warga menuntut langkah cepat, konkret, dan bukan sekadar janji.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin gelombang protes masyarakat akan semakin besar.
“Jangan tunggu rakyat marah besar dulu baru bergerak!,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Kemacetan parah di kawasan Kali Baru kini menjadi bukti nyata buruknya penanganan infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Warga hanya menginginkan satu hal: jembatan segera dibangun, sekarang juga!
(Abd)
Related Posts

Diduga, Pembangunan wall climbing boulder dan peningkatan fasilitas lapangan futsal community center pamulang pada tahun anggaran 2025 lalu.

Pihak perum Griyah Asry belum ada upaya untuk melakukan tindakan positif tentang kelancaran arus air di pintu gerbang.

Hari Minggu langit terlihat cerah dengan suhu 31°

DPD Golkar kabupaten Tangerang menargetkan pembuatan atau pendataan ulang seluruh kader melalui pembuatan.

Pelayanan Tetap Optimal Selama Ramadan, PERUMDAM TKR Pastikan Distribusi Air Aman dan Lancar.

No Responses