google.com, pub-2901016173143435, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pendapatan ini antara lain berasal dari jasa giro kas daerah serta denda pajak daerah.

Tangerang, Postangerang.com.

Realisasi Penda­patan Asli Daerah (PAD) Kabu­paten Tangerang pada awal tahun anggaran 2026 menunjukkan tren positif.

Hingga 6 Maret 2026, capaian PAD telah menembus Rp777,03 miliar atau sekitar 14,72 persen dari target APBD murni sebesar Rp5,27 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Dae­rah Kabupaten Tangerang Slamet Budhi Mulyanto mengatakan, berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA).

PAD periode 1 Januari hingga 6 Maret 2026, kon­tribusi terbesar masih berasal dari pajak daerah. 

Ia memaparkan, dari target Rp4,24 triliun pajak daerah telah terealisasi sebesar Rp596,88 miliar atau sekitar 14,08 persen.

Sejumlah komponen pajak dae­rah mencatat capaian cukup baik pada awal tahun. 

Diantaranya, pajak reklame yang mencapai Rp11,23 miliar atau 27,41 persen dari target Rp41 miliar.

Kemudian pajak hiburan yang telah terealisasi Rp16,30 miliar atau 23,29 persen dari target Rp70 miliar.

Sementara itu, pajak restoran menyumbang Rp114,96 miliar atau 18,10 persen dari target Rp635 miliar.

Adapun pajak hotel telah mencapai Rp12,07 miliar atau 20,13 persen dari target Rp60 miliar.

”Kontribusi signifikan lainnya berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah terealisasi Rp200,23 miliar atau 12,92 persen dari target Rp1,55 triliun.

Kemudian opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat Rp59,80 miliar atau 14,95 persen.

Serta opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp46,31 miliar atau 15,44 persen,” jelasnya, beberapa hari yang lalu

Lanjut Slamet, pada sektor retri­busi daerah, realisasi hingga awal Maret mencapai Rp39,84 miliar dari target Rp222,21 miliar atau sekitar 17,93 persen. Salah satu penyumbang terbesar.

Berasal dari retribusi persetujuan ba­ngunan gedung yang telah men­capai Rp19,98 miliar atau 19,03 persen dari target Rp105 miliar.

Selain itu, komponen lain-lain PAD yang sah juga memberikan kontribusi sebesar Rp140,30 miliar atau 18,69 persen dari target Rp750,51 miliar.

Pendapatan ini antara lain berasal dari jasa giro kas daerah serta denda pajak daerah.

”Secara keseluruhan, capaian PAD pada awal triwulan pertama dinilai berada dalam koridor positif, mengingat.

Sebagian besar sumber pendapatan daerah memiliki pola penerimaan yang meningkat pada pertengahan hingga akhir tahun anggaran,”Ungkap nya.

(Hariando/BUDI)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses