Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Hamka Baco Kady mengatakan pihak meminta pada Kementerian Perhungan RI, agar pihak Ojo Grab, Gojek, Grab dan tranfortasi harus di tertibkan.
Jangan sampai para penguna membuat aturan sendiri, tetapi aturannya ada pada Pemerintah.
“Ada sekitar 120,000 ojek online dan mobil online, ini perlu ada pengawasan oleh pemerintah, agar masuk kontribusi pada Pemerintah”, katanya Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Hamka Baco Kady
Baca juga : Keuntungan Ismail sebagai penambang liar perbulan 5 sampai 10milyar
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Grab dan Gojek untuk mematuhi aturan pemerintah dengan menurunkan biaya bagi hasil aplikasi sebesar 20% menjadi 15%.
Aturan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 667 Tahun 2022 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi. Pada keputusan kedelapan berbunyi.
“perusahaan aplikasi menerapkan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi paling tinggi 15% (lima belas persen).” katanya Hamka dari F-Golkar DPRRI
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Hamka Baco Kady meminta aplikator untuk mematuhi aturan tersebut.
Dikutip katadata.co.id
“Pemerintah memberikan angka 15%, sedangkan tuntutan pengemudi itu 10%,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi V DPR RI, dikutip Selasa (8/11).
Related Posts

Masyarakat Dadap, Kecamatan Kosambi, Kab Tangerang juga mengucapkan terima kasih atas iniatip pihak PDAM TKR pada warga yang membutuhkan air bersih.

Musrenbang Kecamatan Kosambi dan BAPPEDA Kabupaten Tangerang, Fokus Sampah dan Banjir.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

Pihak warga Sepatan minta camat Sepatan, mobil Truk yang muatan Pasir agar di amankan.

Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah.

No Responses